Kapan lagi seseorang seperti SOEKARNO , dihibahkan bagi negeriku .
Laki - laki yang bertekad bagaikan bumi , bersemangat bagikan api .
Kecerdasannya melampaui jamannya . Menjadi inspirasi bagi banyak bangsa lain . Kharismanya masih bersinar sampai detik ini .
Soekarno ,
merubah bangsa ini , yang tadinya tercerai berai , hidup bagai budak di negeri sendiri , menjadi bangsa yang berkebanggan , berharga diri , menjadi tuan di negeri sendiri .
Soekarno , muslim taat yang berpikiran marxis ,mengejawantahan pikirannya adalah demokrasi dan keadilan sosial gotong royong ala nusantara . Yang juga sudah aad sejak nenek moyang kita , yaitu kebijakan tradisional Nusantara , yang disajikan dalam bentuk baru , modern , arif . Bukan bebek isme - isme yang lain yang bertopengkan demokrasi , hak asasi manusia , agama dll . Tapi berujung penetrasi ekonomi , budaya pada bangsaku . Penjajahan gaya baru .
Tiap hari , saudaraku saling bertikai , uuntuk hal yang tak jelas , membabi buta . Meneriakkan hak asasi manusia , nama Allah , tapi tindakannya jauh dari semua itu .
Kalian berhutang pada pertiwi saudaraku , kalian berhutang pada kehidupan , karena apa yang kau lakukan tak lebih baik dari yang di lakukan KAIN . Bhumi saksi .
De vide et impera .
Kita semua hafal artinya .
Tapi gamblang di depan mata , saudara di adu dengan saudara .
Si kulit putih hidung mancung , si sipit dan pesolek dari timur dan antek - anteknya , tertawa bertepuk tangan melihat kita bertikai .
Satu persatu , milik bangsa , yang diraih dengan susah payah , raib .
Kekayaan negeriku , direguk bangsa lain , kita tak lebih dari kuli .
Satu persatu pulau negeriku di ambil alih , tanpa ada orang yang berteriak , apalagi berjihad untuknya .
Saudaraku bekerja di luar , mencari sesuap nasi , diracuni dengan isme buta , di jadikan alat perpanjangan asing menghancurkan negeri sendiri , bangsa sendiri .
Saudaraku bekerja di luar , dianiaya , diperkosa , di perlakukan semena - mena , dibunuh .
Adakah yang berperang membela darah mereka ?
Jika mereka saudaramu , anakmu , istrimu , bagaimana perasaanmu ?
Kenapa si asing bekerja di negeri ini di bayar lebih mahal dari anak negeri ?
Kadang kemampuan mereka di bawah kita .
Jangan tanya soal sumbang sih buat negara .
Bangun saudaraku .
Para ponggawa jumawa pamer ketololan di atas mimbar.
Meneriakkan jargon atas nama rakyat , tapi rakyat dan kepentinggannya tak lebih jadi alas bokongmu .
Tentaraku , simpan pelurumu , jangan gunakan hanya untuk membantai rakyat akarmu .
Tangan perkasamu itu gunakan untuk membantu , kalian ada di setiap sendi negeri ini , tapi sekolah ,tempat ibadah , terbengkalai . Bangkit....
Jika kamu ingin perang ,
arahkan senjatamu ke negeri kulit putih itu , juga melayu anteknya .
Mereka perkosa negeri ini dengan leluasa , tanpa kita sadari . Racuni saudaraku dengan dalih agama . Mereka menyusu pada induk mereka bermahkota di Eropa .
Semoga negeri mereka luluh lantak membayar hutang darah bangsaku .
Berhenti bertikai .
Berhenti hanya sekedar bermimpi .
Agar hutangmu pada anak turunmu dan kehidupan tak semakin bertumpuk .
Ayo , seperti dulu , bergandeng tangan , bahu membahu .
Bertempur dengan keterpurukan .
Soekarno pernah buktikan bahwa kita mampu .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar