Selasa, 25 November 2008

NASEHAT

JARKONI , iso ujar ra iso ngelakoni ( bisa bicara tapi ga bisa menunjukkan dalam perbuatan ) kata orang Jawa .

Sebuah kalimat menyergah yang kerap kali aku dengar .
Hanya buat kupingku gatal , risih waktu membaca .

Sebuah bentuk penolakan , keengganan , ukuran yang dilakukan terhadap orang lain .
Menyebalkan .
Pentingkah siapa yang menyampaikan nasehat kepadamu ?
Atau lebih penting isi nasehat itu sendiri .

Kalau kau menyatakan ya , dan menekankan bahwa orang yang berkata , harus bisa membuktikan dengan melakukan apa yang dinasehatkannya padamu tanpa melihat berguna atau tidaknya apa yang disampaikan kepadamu , separuh kesia - siaan sudah kau letakkan di bahumu .

Kalau itu kau jadikan acuan , iso ujar kudu iso ngelakoni , maka ...
Jika kau beragama Katholik , atau beragama Budha , jangan pernah meminta atau mendengar nasehat perkawinan yang dikatakan Pastur dan Biksu , karena mereka ga pernah menikah .
Jangan pernah percaya pada mereka yang mengatakan segala sesuatu tentang kematian , neraka atau surga , karena mereka belum pernah mati .

Lebah bersengat , menghasilkan madu dan sarang yang berguna bagi manusia yang tak pernah membuatnya .
Bisa ular , dapat digunakan sebagai obat . Racun kata - kata manusia , hampir tak ada obatnya selain pengampunan dan kematian .
Senjata pusaka tak lebih dari barang pajangan , pisau dapur murahan lebih banyak gunanya .
Singa jantan tak lebih dari pemalas dan mainan pawang sirkus .
Serigala tak akan pernah bertuan .

Jika berguna bagimu , dengar , simak , resapi makna nasehat siapa pun .

Tidak ada komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
LAKI - LAKI BERBAJU HITAM , BERKULIT HITAM , BERJIWA HITAM