Tiap kali aku membaca , uraian tentang spiritual , atau sebuah aspek yang berangkat dari nilai timur ( yoga , aura , seni bela diri dll ) , ditulis dan dibahas dengan gaya barat yang nota bene lebih mengedepankan logika , aku hanya bisa geleng - geleng , tertawa sendiri , tapi tetap terus membaca , untuk mengetahui opini yang disampaikan , mencoba untuk memahami . Karena aku yakin ada saudaraku yang lain yg membacanya dan dikemudian waktu akan kami bicarakan bersama .
Banyak hal dari timur , dituliskan dalam serangkaian logika ukur .
Kemudian jadi hal yang hanya kulit luarnya saja .
Bukan pemaknaan secara mendalam .
Kita , terdidik dalam konsep pendidikan yang sangat menekankan logika , karena itu , kita sangat mudah jadi tertarik , tergantung pada penyampaian berbagai hal beraraskan logika . Dalam penyampaian dengan bahasa yang lugas , jelas .
Kita kerap enggan dengan penyampaian dengan gaya timur yang mengedepankan filosofi , lebih menekankan pada pencarian berkesinambungan , kuno , kurang greget , terlebih dengan bahasa kiasan .
Yoga , kerap kali hanya di-identikkan asana ( posisi tubuh ) , mudra ( posisi tangan ) , pranayama ( pengolahan napas ) , perenungan / meditasi , chakra dll . Dan Yogi diacukan , orang yang melakukan itu semua .
Aura , warna yang dihasilkan oleh sistem kelistrikan tubuh , yang kesahihan warna , penggolongannya kerap dibicarakan dan diperdebatkan . Dikedepankan , dipuja . Jadi semacam euforia .
Dibisniskan .
Tanpa esensi , tanpa makna , tanpa kemauan untuk memaknai .
Kapan bisa paham apa yang sesungguhnya ?
Entah berapa jumlah penduduk India , yang merupakan bangsa pemilik akar pengetahuan tentang itu ?
Entah berapa jumlah penduduk Nepal , Mogolia , China , Jepang , Korea , yang menjadi pengembang dari serangkaian nilai tadi . Yang dalam pengembangannya menyertakan budaya mereka kedalam tiap pengembangannya .
Bahkan bangsa Nusantara , memiliki bentuk pengembangan hal tersebut .
Berapa banyak mereka yang menjalankan yoga , tahu tentang pranayama , aura dan tetek bengek yang diuraikan ala barat ?????
SEDIKIT SEKALI .
Namun mereka menjalankan semua itu , dengan pemahaman timur , meletakkan semuanya dalam sebuah harmoni yang sederhana , dan mereka tidak mengejarnya .
Aku mengingat sebuah kiasan Jepang : TIDAK MELIHAT , TIDAK BICARA , TIDAK MENDENGAR , TIDAK MELAKUKAN KEJAHATAN .....
Juga syair yang ada dalam Jatiswara :
SEMAKIN KAU MELIHAT , KAU KEHILANGAN PANDANGANMU .
SEMAKIN MENDENGAR , KAU SEMAKIN KEHILANGAN PENDENGARANMU .
SEMAKIN KAU MENGEJAR , KAU TAK AKAN MENDAPATKANNYA , KAU AKAN KEHILANGAN ARAH .
TEDUHKAN PIKIRAN DAN HATIMU , PULANG KE DALAM JIWAMU .
SEMUA JAWABAN YANG KAU CARI ADA DI SANA .
Yoga adalah salah satu dari enam filsafat Hindu .
Yoga bermakna penyatuan ( dengan Sang Pencipta dan juga alam raya ) . Esensinya ada dalam tiap agama dan kepercayaan .
Yogi adalah orang yang menyatukan diri pada Sang Pencipta seru sekalian alam dalam tindakan dan rasa . Yang berintikan kepasrahan dan penerimaan .
Asana , pranayama ada dalam semua agama , namun tidak dipisah – pisahkan , tapi menyatu .
Dalam Puja Bakti , Sholat , dan bentuk gerakan yang digunakan saat berdoa , semua itu ada .
Chikung , Taichi , Tarian Jiwa , semuanya juga menggunakan asana , olah pranayama yang dileburkan dalam kesatuan harmoni gerak alam . Memerlukan ketekunan , kesinambungan , tanpa meletakkan target pencapaian .
Apalah sebuah warna aura yang hanya merupakan sinar lucutan energi ?
Kemudian hanya digunakan sebagai pengelompokan dan pengkultusan .
Bukankah pelangi menjadi indah karena tersusun dari berbagai warna ?
Bukankah sinar matahari yang menerangi , tersusun dari semua warna yang kemudian melebur menjadi satu warna , bening .
Bukankah seisi alam , terbagi menjadi pelbagai dimensi , yang berketerikatan satu dengan yang lainnya .
Bukankah raga , roh , jiwa , terikat pada harmoni yang sama ....
Aku tidak pernah anti dengan nilai barat . Logika dan lainnya .
Aku juga mencintainya , karena aku suka dengan ilmu pengetahuan . Dan segala sesuatu yang ada di dalamnya .
Namun sebagai orang timur , aku ingin meletakkannya secara seimbang .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar