Aku sedang asyik membaca kolom iptek pada www.kompas.com siang ini .
Terjeda karena dering HP-ku .
" Hallo , mas Ian , mengganggu nih , aku mau minta tolong .... "
Yah ... belum lagi aku menyahut , pembicaraan si penelphon langsung saja berlanjut ...
" Anu , aku punya kenalan , mau minta tolong , katanya beberapa kali di datangi lewat mimpi oleh orang tua berjanggut putih , bersjubah dan bersorban putih pula ...
Katanya di pekarangan rumahnya ada pusaka dan emas lantakan .
Katanya sih keris Nagasasra dan juga barang - barang berwujud emas .
Boleh diambil kata orang tua berjubah dan bersorban putih dalam mimpi temanku itu .
Bener ga sih ? Bisa minta tolong untuk ngambilin ga mas ? Atau punya kenalan yang bisa ngambil barang gituan ga ??? " kata si penelphone dari seberang , salah satu kenalan lamaku .
Puah ....
Berapa banyak lagi orang - orang seperti ini yang meminta aku untuk melalukan pekerjaan seperti itu ?
Muak rasanya .
Berapa banyak lagi orang - orang yang tergiur dengan barang yang harganya tak seberapa di jagad kita ????
Lalu serahkan jiwa , rejeki dia dan anak turunnya entah hingga lapis ke berapa , hanya untuk kepentingan sesaat . EGOIS .
Laki - laki tua bersorban , berjubah , ah gaya khas siluman kera untuk menampilkan diri dan mencari korban .
Aku menolak kenalanku tadi , juga memperingatkannya .
Mungkin dia akan tertawa , biarlah , itu lebih baik buatmu .
Sejak kecil aku dibekali berbagai hal oleh kedua orang tuaku .
Termasuk sekumpulan doa , yang salah satunya bisa digunakan untuk mengambil benda gaib di dalam tanah .
Bahkan bapak ga pernah mengetahui hal itu .
Aku baru menyadarinya setelah di Jawa .
Saudara - saudara gaibkulah yang membeberkan betapa berbahayanya hal itu .
Bahwa mengejar hal yang demikian lebih banyak mudarat dari pada manfaatnya .
Kyai Slamet dari Selatan , Raden Sarwata dari Pandeglang dan Senopati Samudra dari Banten juga nini yang berasal dari Kayangan Dlephi .
Memberitahukan kepadaku hal yang tersembunyi dibalik semua hal itu .
Bahkan keseimbangan antar dimensi yang dapat terganggu , karena serangkaian penyeimbang dicabut , hanya kepentingan sesaat , walau tebusannya nyawa orang lain dan dirinya .
Gempa Jogja , juga salah satu contohnya .
Sekelompok manusia rakus , berburu pusaka pada garis Prambanan dan Borobudur , memaksa untuk menarik beramai - ramai menarik mirah delima , menggeser pengunci .
Tak ada 1 pun yang selamat , namun terlambat , segel tergeser , guncangan terjadi .
Isi laut dan gunung lebih dulu porak poranda , ruang gaib paralel jagad kita lebih dulu dihantam bencana sebelum mengguncang kita .
Pangeran Banaspati si ganas peminta tumbal pun , harus mau turun tangan dengan bangsa siluman lainnya yg menjadi musuhnya , untuk mengembalikan segel tadi .
Kalau tidak , dimensi mereka akan bertabrakan , menyatu dengan kita sebelum waktunya .
Mereka akan lebih cepat mati dibawah sinar matahari , tapi jadi kelaparan , momok dimalam hari , belum waktunya perang besar itu harus terjadi .
Kalau benda gaib akan diberikan dan berwujud di tanganmu , biarlah benda itu di letakkan di tangan atau pangkuanmu . Artinya itu hakmu , tanpa pertanggungan apa pun , kini dan nanti .
Jangan ambil barang gaib yang terwujudkan , namun diberikan dengan jalan dilemparkan
kepadamu , karena bisa saja itu adalah barang curian dari jagad gaib , dan siluman yang memberikan kepadamu , tak lebih dari maling .
Hukuman berganda yg akan kau terima .
Hukum denda kejahatan antar dimensi .
Membayar barang senilai tertentu di jagad gaib , namun harus kau bayar dengan nominal di jagadmu , tak lunas , jiwamu jadi budak , anak turunmu kehilangan rejeki dan nyawa mereka tanpa tahu apa - apa dan hukum yang lebih berat , karena kau sudah menyekutukan Allah .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar