Kamis, 03 Juni 2010

Hmmmmmmmm

Selamat malam semua .

Tersisa penat hari ini .
Rasa sakit dan kelelahan sudah meneyergapku sejak kemarin malam .
Malam hampir tanpa tidur , bahkan hingga pagi terjelang dan orang lain sudah pula terbangun .
Rasa sakit di kepala dan sepanjang tulang belakangku , bergerak adalah sebuah hal yang menyiksa , karena lebih banyak tenaga untuk menahan nyeri berkepanjangan ini . Mimisan berkali - kali , bolak - balik ke kamar mandi .
Untuk bangun dari duduk , berjalanpun aku kesulitan .

Lelah dengan gelayut apa yang aku hadapi .
Kesendirian lebih banyak menghantu di tengah hiruk pikuk .
Ada banyak hal yg menjadi larangan bagiku , tidak untukmu .
Pula bagi beberapa orang yg memiliki larangan yang sama denganku , menyiksa .
Sulit untuk diterima akal sehatmu .
Tapi kami jalani .
Karena kami berani ? Sama sekali tidak , tapi karena itu yang kami harus terima dari sebuah lelaku . Untuk sebuah pilihan , membantu orang lain , sebuah persyaratan .
Melelahkan secara kejiwaan bagiku , juga mereka yang memiliki pantyangan yang sama .
Cerca , cemooh sekeliling , dan kami pun ingin bisa seperti orang lain .
Konsekwensi pelanggaran hal ini , tentu saja besar , dan akan kami terima sendirian .

Pantangaku tak hanya satu .

Setumpuk persoalan datang menjejal .
Belum pula aku uraikan jalan untuk diri , segunduk permasalahan orang lain tersodor mencari pemecahan , meminta hadirku dalam permasalahan , agar itu terbantu untuk dituntaskan .
Menertawakan diri sendiri , menagis dalam batin .
Bijak pun aku tidak , bajik apa lagi .... jauh .

Berkeluh ?
Ya , bohong bila tidak .
Lewat menulis , aku bisa meringankan sedikit unek - unek di kepala .
Huh , rokok habis .

Mau nulis apa lagi ya ?
Ah nanti saja .

Selasa, 01 Juni 2010

Si

Bertutur bijak , berujar dalam .
Bukan berarti aku bajik , bijak .
Tidak .
Kulakukan itu sebagai marga yang aku pilih untuk berdharma .
Jika saja tutur , guratku berguna bagi sesama , syukurlah .
Pun ia hanya hembus angin , tetes air yang akan menguap hilang .
Tak berguna bagimu , ia pun tetap saja akan menguap berlalu , tap perlu dipedulikan .

Jahanam jalang jalanan aku .

Jika mu durjana .
Aku tanjana .
Jika dursila kau .
Aku nirsila .
Sesatkah aku ?
Bukan jengkal ukurmu acuku .

Pilihku apa yang kutapak .
Bukan serigala , aku hanya utusan serigala .
Bukan asap tapi uap air .
Hitam aku , gelap lambang cahayaku .

Naga neraka si mata perak .
Jika surga yang kau cari , kau tak pernah memilihnya .
Jika malaikat surga yang kau jadikan pengayom , malaikat penjaga nerakalah sahabatku .
Desis samar , para bhuta .
Salamku bagimu para sahabat .

Senin, 22 Maret 2010

PANGKAL

Peribahasa menurut usia :

Anak - anak : rajin pangkal pandai .
Remaja : hemat pangkal kaya .
Dewasa : nikmat pangkal paha .
Banyak hal yg ingin kulakukan .
Baik menurutku , juga buat orang lain .
Ketika itu tak diijinkan , setengah mati minta pun tak terkabulkan , memaksa untuk lakukan apa yg menurutku baik untuk aku lakukan , gagal dengan banyak sebab tak terpikirkan .
Pikiranku , bukan pikiranNya . Kemauanku , bukan kemauanNya .
Menentang , menantangNya percuma saja .
Lebih dari 3 x bertanya hanya memberikan resiko 1 x mimisan parah , 1x muntah darah .
Menjadi kami , terdengar keren , menjalani sebenarnya , lebih pelik dari yg kau duga .

SEKEDAR

Sebelum meninggalkan rumah , anak laki - laki harus cukup makan kenyang .
Hanya ikat kepala , setongkol jagung , sekeping sagu , sepintal benang mentah juga sebatang lidi aren sebagai bekalnya .

Sedangkan sebelum meninggalkan rumah , anak perempuan harus cukup berpacak . Minum kopi pekat hangat untuk isi perutnya . Sebuah cermin , entong nasi serta sirih pinag lengkap untuk bekalnya pergi .

Mengenai Saya

Foto saya
LAKI - LAKI BERBAJU HITAM , BERKULIT HITAM , BERJIWA HITAM