Selasa, 01 Juni 2010

Si

Bertutur bijak , berujar dalam .
Bukan berarti aku bajik , bijak .
Tidak .
Kulakukan itu sebagai marga yang aku pilih untuk berdharma .
Jika saja tutur , guratku berguna bagi sesama , syukurlah .
Pun ia hanya hembus angin , tetes air yang akan menguap hilang .
Tak berguna bagimu , ia pun tetap saja akan menguap berlalu , tap perlu dipedulikan .

Jahanam jalang jalanan aku .

Jika mu durjana .
Aku tanjana .
Jika dursila kau .
Aku nirsila .
Sesatkah aku ?
Bukan jengkal ukurmu acuku .

Pilihku apa yang kutapak .
Bukan serigala , aku hanya utusan serigala .
Bukan asap tapi uap air .
Hitam aku , gelap lambang cahayaku .

Naga neraka si mata perak .
Jika surga yang kau cari , kau tak pernah memilihnya .
Jika malaikat surga yang kau jadikan pengayom , malaikat penjaga nerakalah sahabatku .
Desis samar , para bhuta .
Salamku bagimu para sahabat .

1 komentar:

Paku Besi mengatakan...

Rindu ku untuk mu guru ku... Tiba saat ku mengarah menggantikan mu... Bukan untuk besar nya kuat perang mu.. Tapi kebijaksanaan mu..

Mengenai Saya

Foto saya
LAKI - LAKI BERBAJU HITAM , BERKULIT HITAM , BERJIWA HITAM